Aljazair Rayu Pengembang RI Bangun Rumah Rp 100 Juta

Aljazair Rayu Pengembang RI Bangun Rumah Rp 100 Juta akarta - Para pengembang perumahan Indonesia diundang untuk membangun rumah berukuran sekitar 75-80 meter persegi dengan kisaran harga sekitar Rp 100 juta di Aljazair. Undangan itu disampaikan karena pemerintah Aljazair memang memiliki program perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Ajakan itu disampaikan oleh Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Abdelkrim Belarbi saat bertemu dengan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Dalam pertemuan itu, disampaikan dari dana milik pemerintah Aljazair sekitar US$ 300 juta sekitar 40 persennya diperuntukkan untuk pembangunan perumahan rakyat Aljazair. Kami melihat peluang bagi pengembang Indonesia untuk membangun perumahan di sana cukup besar. Tapi bukan berarti kami tidak fokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat di Indonesia. Pembangunan perumahan di Indonesia tetap dilaksanakan sesuai program yang telah dibuat Kemenpera, ujar Suharso dikutip dari situs Kemenpera...
Jakarta - Para pengembang perumahan Indonesia diundang untuk membangun rumah berukuran sekitar 75-80 meter persegi dengan kisaran harga sekitar Rp 100 juta di Aljazair. Undangan itu disampaikan karena pemerintah Aljazair memang memiliki program perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Ajakan itu disampaikan oleh Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Abdelkrim Belarbi saat bertemu dengan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Dalam pertemuan itu, disampaikan dari dana milik pemerintah Aljazair sekitar US$ 300 juta sekitar 40 persennya diperuntukkan untuk pembangunan perumahan rakyat Aljazair. "Kami melihat peluang bagi pengembang Indonesia untuk membangun perumahan di sana cukup besar. Tapi bukan berarti kami tidak fokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat di Indonesia. Pembangunan perumahan di Indonesia tetap dilaksanakan sesuai program yang telah dibuat Kemenpera," ujar Suharso dikutip dari situs Kemenpera, Selasa (7/6/2011). Menurut Suharso pemerintah Aljazair memberikan perhatian khusus pada masalah penyediaan perumahan bagi masyarakatnya. Saat ini mereka memiliki program pembangunan perumahan sebanyak 500.000 hingga 700.000 unit. Beberapa negara yang telah menanamkan investasinya di bidang perumahan Aljazair antara lain China dan Korea. Sedangkan perwakilan dari Indonesia yang telah memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur adalah PT Wijaya Karya (Wika). "Saya berharap Realestat Indonesia (REI), serta PT Waskita Karya, PP maupun pengembang BUMN yakni Perum Perumnas bisa memiliki gambaran tentang pembangunan perumahan dan infrastruktur di Aljazair dari PT Wika. Jika dimungkinkan hal ini juga bisa menjadi peluang bagi pengembang Indonesia untuk memperluas pasar," harap Suharso. ( dnl/qom) Bangun, Pengembang, Rumah, perumahan dijual, rumah dijual, tanah dijual, ruko dijual, apartement dijual, rukan dijual, real estate, house loan, kpr, kredit, bank, apartemen, apartment, cluster
loading gif

Aljazair Rayu Pengembang RI Bangun Rumah Rp 100 Juta

Jakarta – Para pengembang perumahan Indonesia diundang untuk membangun rumah berukuran sekitar 75-80 meter persegi dengan kisaran harga sekitar Rp 100 juta di Aljazair. Undangan itu disampaikan karena pemerintah Aljazair memang memiliki program perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.

Ajakan itu disampaikan oleh Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Abdelkrim Belarbi saat bertemu dengan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Dalam pertemuan itu, disampaikan dari dana milik pemerintah Aljazair sekitar US$ 300 juta sekitar 40 persennya diperuntukkan untuk pembangunan perumahan rakyat Aljazair.

“Kami melihat peluang bagi pengembang Indonesia untuk membangun perumahan di sana cukup besar. Tapi bukan berarti kami tidak fokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat di Indonesia. Pembangunan perumahan di Indonesia tetap dilaksanakan sesuai program yang telah dibuat Kemenpera,” ujar Suharso dikutip dari situs Kemenpera, Selasa (7/6/2011).

Menurut Suharso pemerintah Aljazair memberikan perhatian khusus pada masalah penyediaan perumahan bagi masyarakatnya. Saat ini mereka memiliki program pembangunan perumahan sebanyak 500.000 hingga 700.000 unit.

Beberapa negara yang telah menanamkan investasinya di bidang perumahan Aljazair antara lain China dan Korea. Sedangkan perwakilan dari Indonesia yang telah memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur adalah PT Wijaya Karya (Wika).

“Saya berharap Realestat Indonesia (REI), serta PT Waskita Karya, PP maupun pengembang BUMN yakni Perum Perumnas bisa memiliki gambaran tentang pembangunan perumahan dan infrastruktur di Aljazair dari PT Wika. Jika dimungkinkan hal ini juga bisa menjadi peluang bagi pengembang Indonesia untuk memperluas pasar,” harap Suharso.

(dnl/qom)