Harga Properti di Jakarta Naik 3% dalam 5 Bulan

Harga Properti di Jakarta Naik 3% dalam 5 Bulan Jakarta - Harga properti wilayah Jakarta naik rata-rata 3% sejak awal tahun 2011. Para investor yang sudah menanamkan dananya di sektor properti pun sudah bisa mencicipi untung dari kenaikan harga properti itu. Sudah naik dari awal tahun rata-rata 3%, bisa 2-5%. Tergantung lokasi dan akses, ungkap Wakil Presiden Direktur II PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Indra Wijaya usai RUPS Tahunan di Senayan City, Jakarta, Selasa (7/6/2011). Indra menjelaskan, aset Agung Podomoro yang telah dipasarkan juga mencatat kenaikan serupa. Kenaikan unit properti seiring dengan janji peningkatan nilai investasi atas unit milik konsumen Agung Podomoro...
Jakarta - Harga properti wilayah Jakarta naik rata-rata 3% sejak awal tahun 2011. Para investor yang sudah menanamkan dananya di sektor properti pun sudah bisa mencicipi untung dari kenaikan harga properti itu. "Sudah naik dari awal tahun rata-rata 3%, bisa 2-5%. Tergantung lokasi dan akses," ungkap Wakil Presiden Direktur II PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Indra Wijaya usai RUPS Tahunan di Senayan City, Jakarta, Selasa (7/6/2011). Indra menjelaskan, aset Agung Podomoro yang telah dipasarkan juga mencatat kenaikan serupa. Kenaikan unit properti seiring dengan janji peningkatan nilai investasi atas unit milik konsumen Agung Podomoro. "Ini wajar karena saat lauching kita jual dibawah, setiap tiga bulan biasanya ada kenaikan. Untuk Central Park sudah naik 50% sejak diluncurkan tahun lalu," paparnya. Sepanjang Januari-April marketing sale APLN telah menyentuh Rp 1,5 triliun. Sampai dengan akhir tahun nilai penjualan atas seluruh unit properti perseroan mencapai Rp 3 triliun, atau meningkat dari periode yang sama 2010, Rp 2,4 triliun. "Marketing Sale diharapkan bisa mencapai Rp 3 triliun," papar Direktur Keuangan APLN, Cesar Dela Cruz. Perseroan juga masih berambisi menambah lahan baru, dari target mereka 20 ha. Sebagian lahan sudah perseroan dapat di awal tahun, sisanya APLN membidik wilayah sekitar Jakarta yang strategis dan mendekati akses tol oto ringroad atau inner ringroad. "Penawaran yang masuk ke kita banyak, namun lihat tanahnya clear ga. Dari sisi lokasi dan demografi seperti apa. Nanti kalau sudah lebih jelas, akuisisi lahan akan kami sampaikan ke Bapepam," tegas Indra. ( wep/qom) Jakarta, Properti, perumahan dijual, rumah dijual, tanah dijual, ruko dijual, apartement dijual, rukan dijual, real estate, house loan, kpr, kredit, bank, apartemen, apartment, cluster
loading gif

Harga Properti di Jakarta Naik 3% dalam 5 Bulan

Jakarta – Harga properti wilayah Jakarta naik rata-rata 3% sejak awal tahun 2011. Para investor yang sudah menanamkan dananya di sektor properti pun sudah bisa mencicipi untung dari kenaikan harga properti itu.

“Sudah naik dari awal tahun rata-rata 3%, bisa 2-5%. Tergantung lokasi dan akses,” ungkap Wakil Presiden Direktur II PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Indra Wijaya usai RUPS Tahunan di Senayan City, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Indra menjelaskan, aset Agung Podomoro yang telah dipasarkan juga mencatat kenaikan serupa. Kenaikan unit properti seiring dengan janji peningkatan nilai investasi atas unit milik konsumen Agung Podomoro.

“Ini wajar karena saat lauching kita jual dibawah, setiap tiga bulan biasanya ada kenaikan. Untuk Central Park sudah naik 50% sejak diluncurkan tahun lalu,” paparnya.

Sepanjang Januari-April marketing sale APLN telah menyentuh Rp 1,5 triliun. Sampai dengan akhir tahun nilai penjualan atas seluruh unit properti perseroan mencapai Rp 3 triliun, atau meningkat dari periode yang sama 2010, Rp 2,4 triliun.

“Marketing Sale diharapkan bisa mencapai Rp 3 triliun,” papar Direktur Keuangan APLN, Cesar Dela Cruz.

Perseroan juga masih berambisi menambah lahan baru, dari target mereka 20 ha. Sebagian lahan sudah perseroan dapat di awal tahun, sisanya APLN membidik wilayah sekitar Jakarta yang strategis dan mendekati akses tol oto ringroad atau inner ringroad.

“Penawaran yang masuk ke kita banyak, namun lihat tanahnya clear ga. Dari sisi lokasi dan demografi seperti apa. Nanti kalau sudah lebih jelas, akuisisi lahan akan kami sampaikan ke Bapepam,” tegas Indra.

(wep/qom)