RI Minta ‘Bantuan’ Malaysia Kembangkan Rumah Murah

RI Minta ‘Bantuan’ Malaysia Kembangkan Rumah Murah Jakarta - Pemerintah Indonesia mengajak pengusaha Malaysia untuk menanamkan investasinya di bidang pembangunan properti di Indonesia. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meminta pengusaha Malaysia ikut berperan dalam pembangunan properti di Indonesia. Permintaan diajukan kepada anggota Kamar Dagang dan Industri Malaysia yang tergabung dalam Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM) dan Chinese Chambers of Commerce and Industry of Kuala Lumpur and Selangor (KLSCCCI) yang melakukan kunjungan ke Indonesia...
Jakarta - Pemerintah Indonesia mengajak pengusaha Malaysia untuk menanamkan investasinya di bidang pembangunan properti di Indonesia. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meminta pengusaha Malaysia ikut berperan dalam pembangunan properti di Indonesia. Permintaan diajukan kepada anggota Kamar Dagang dan Industri Malaysia yang tergabung dalam Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM) dan Chinese Chambers of Commerce and Industry of Kuala Lumpur and Selangor (KLSCCCI) yang melakukan kunjungan ke Indonesia. Suharso mengungkapkan, adanya penanaman investasi baik dari para pengembang yang tergabung dalam Kadin dari dalam dan luar negeri tentunya memiliki potensi yang cukup besar bagi program perumahan di Indonesia. "Kerjasama di sektor properti khususnya perumahan di Indonesia sangat terbuka bagi Kadin Malaysia. Sebab, kebutuhan perumahan di Indonesia memang masih cukup besar," ujar Suharso seperti dikutip dari situs Kemenpera, Selasa (31/5/2011). Di depan delegasi Kadin Malaysia yang berjumlah sekitar 10 orang dipimpin oleh Presiden ACCCIM dan KLSCCCI Tan Sri William Cheng Heng Jem, Suharso mengatakan, Kemenpera ke depan juga berupaya membuat program pembangunan sejumlah kota-kota baru di Indonesia. Hal itu sesuai dengan Pencanangan Pembangunan Koridor Ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh Presiden SBY. Untuk itu, Kemenpera akan menyesuaikan program kebijakan program pembangunan kota baru tersebut dengan enam lokasi Koridor Ekonomi yang ada yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan. (dnl/qom)
loading gif

RI Minta ‘Bantuan’ Malaysia Kembangkan Rumah Murah

Jakarta – Pemerintah Indonesia mengajak pengusaha Malaysia untuk menanamkan investasinya di bidang pembangunan properti di Indonesia.

Upaya ini dilakukan guna meningkatkan pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meminta pengusaha Malaysia ikut berperan dalam pembangunan properti di Indonesia.

Permintaan diajukan kepada anggota Kamar Dagang dan Industri Malaysia yang tergabung dalam Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM) dan Chinese Chambers of Commerce and Industry of Kuala Lumpur and Selangor (KLSCCCI) yang melakukan kunjungan ke Indonesia.

Suharso mengungkapkan, adanya penanaman investasi baik dari para pengembang yang tergabung dalam Kadin dari dalam dan luar negeri tentunya memiliki potensi yang cukup besar bagi program perumahan di Indonesia.

“Kerjasama di sektor properti khususnya perumahan di Indonesia sangat terbuka bagi Kadin Malaysia. Sebab, kebutuhan perumahan di Indonesia memang masih cukup besar,” ujar Suharso seperti dikutip dari situs Kemenpera, Selasa (31/5/2011).

Di depan delegasi Kadin Malaysia yang berjumlah sekitar 10 orang dipimpin oleh Presiden ACCCIM dan KLSCCCI Tan Sri William Cheng Heng Jem, Suharso mengatakan, Kemenpera ke depan juga berupaya membuat program pembangunan sejumlah kota-kota baru di Indonesia.

Hal itu sesuai dengan Pencanangan Pembangunan Koridor Ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh Presiden SBY.

Untuk itu, Kemenpera akan menyesuaikan program kebijakan program pembangunan kota baru tersebut dengan enam lokasi Koridor Ekonomi yang ada yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan.

(dnl/qom)